Perang Tabuk, Bagian 3

“Balatentara yang ikut bersama Rasulullah berjumlah 30.000 orang, sedangkan yang mengendarai kuda berjumlah 10.000 orang.” (Al-Maghazi, Juz 3 hal. 1002)


Jumlah Pasukan Kaum Muslimin

Mengenai hal ini terdapat banyak sekali riwayat, dan masing-masing berbeda-beda. Dalam riwayat Ma’qal yang bersumber dari Ka’ab bin Malik tuturkan, Rasulullah berangkat berperang bersama kaum muslimin dalam jumlah lebih dari 10.000 orang.[1] Dalam riwayat lain yang juga berasal dari Ka’ab dituturkan, “Kaum Muslimin yang ikut bersama Rasulullah dalam perang Tabuk sangat banyak.”[2]

Ibnu Hajar mengatakan,[3] “Menurut al-Hakim di al-Iklil, dari hadits Mu’adz dikatakan, ‘Kami pergi bersama Rasulullah dalam Perang Tabuk dengan jumlah lebih dari 30.000 orang.’ “ Jumlah bilangan inilah yang ditegaskan dan dipegang teguh oleh Ibnu Ishaq. Al-Waqidi meriwayatkan[4] dari Zaid bin Tsabit bahwa pasukan yang dibawa Rasulullah berjumlah 30.000 orang. Sedangkan dalam riwayat al-Waqidi yang lain disebutkan, “Balatentara yang ikut bersama Rasulullah berjumlah 30.000 orang, sedangkan yang mengendarai kuda berjumlah 10.000 orang.”[5] Dituturkan pula dari Abu Zar’ah ar-Razi bahwa jumlah pasukan Tabuk ada 40.000 orang.[6]

Menyikapi perbedaan periwayatan tersebut, Ibnu Hajar[7] berkata, “Riwayat Ma’qal yang berasal dari Ka’ab mungkin memaparkan jumlah tentara kavalerinya saja,” sebab Abu Zar’ah pernah menuturkan bahwa jumlah pasukan Tabuk mencapai 70.000 orang.

Menurut beberapa ahli sejarah yang menggabungkan pendapat Abu Zar’ah dan pendapat Ibnu Ishaq, Abu Zar’ah telah menghitung jumlah pasukan yang ikut dan yang diikuti, sedangkan Ibnu Ishaq hanya menghitung pasukan yang diikuti.[8]
Namun, pendapat yang paling kuat dan paling masyhur adalah yang mengatakan bahwa pasukan Tabuk berjumlah 30.000 orang. Pendapat ini juga disepakati oleh sebagian besar ahli sirah dan maghazi Nabi seperti Ibnu Ishaq, al-Waqidi, dan Ibnu Sa’ad.

Wallahu'alam

Footnote:

1.       Muslim, 4, hlm. 2129, no. 2769.
2.      Muslim, 4, hlm. 2121, no. 2769.
3.      Al-Fath, 16, hlm. 242. Riwayat Ibnu Ishaq ini tidak ditemukan di buku-buku cetakan yang beredar, tentang hal ini silahkan periksa as-Sanadi, adz-Dzahab al-Masbuk, hlm.178.
4.      Al-Maghazi, 3, hlm. 996, dengan jalur periwayatan di tingkatan maushul.
5.      Al-Maghazi, 3, hlm. 1002, dengan jalur periwaytan miliknya yang berasal dari guru-gurunya; Ibnu Sa’ad, 2, hlm. 166, dari riwayat penuturan gurunya, al-Waqidi.
6.      Dituturkan oleh ath-Thabari di al-Fath, 16, hlm. 242.
7.      Al-Fath, 16, hlm. 242.
8.     Tarikh Ibnu Abi Khaitsamah, juz 50, hlm. 123.

Main scource: Biografi Rasulullah, Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-Sumber yang Otentik karya Dr. Mahdi Rizqullah Ahmad

0 Comment for "Perang Tabuk, Bagian 3"

Rasulullah bersabda: “al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu.” Kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya dan kedua orangtuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar al-Qur’an.” (HR. ath-Thabrani)

Back To Top